BUMBU DAN REMPAH
Pengertian Bumbu dan Rempah
– Bumbu merupakan bahan alam yang dapat membantu meningkatkan citarasa pada masakan.
Berfungsi dalam memberikan rasa, dan aroma pada masakan serta berfungsi dalam mengentalkan, dan meningkatkan nafsu makan.
– Rempah merupakan bahan tambahan makanan yang dapat memberikan, menambah atau mempertegas rasa dan aroma.
Berfungsi sebagai pemberi rasa, pemberi aroma, pemberi warna, pengawet makanan, dan sebagai peningkat nafsu makan.
Bumbu
1. Tanaman aromatik yang ditambahkan pada masakan.
2. Kegunaan sebagai penyedap makanan.
3. Jenis bumbu basah dan kering.
4. Bumbu basah cepat membusuk ; Bumbu kering dapat bertahan lama.
Rempah
1. Bagian tumbuhan yang beraroma kuat.
2. Kegunaan sebagai perasa makanan dan pengawet makanan.
3. Jenis bumbu kering.
4. Dapat bertahan lama.
Keanekaragaman Bumbu dan Rempah di Banten
Spesies bumbu dan rempah yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat daerah Banten pada pangan lokal yaitu tergolong dalam famili Zingiberaceae. Famili ini dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tumbuhan jahe-jahean yang telah dimanfaatkan sebagai bumbu masak dan pemberi rasa secara alami. Famili ini secara alami tumbuh di hutan hujan tropis yaitu dataran rendah hingga dataran tinggi, dan memiliki ciri khas yaitu mengandung minyak atsiri yang mudah menguap dan mengeluarkan bau aromatik.
Organ atau bagian yang dimanfaatkan dalam pangan lokal di Provinsi Banten yaitu buah, biji, rimpang, daun, umbi, batang, dan bunga. Organ rimpang pada famili Zingiberaceae lebih banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dan rempah dibanding dengan organ lainnya karena didalam organ rimpang mengandung banyak senyawa penting seperti minyak atsiri dari alpine, galangin, sineol, dan metal sinamat serta senyawa saponin dan flavonoid. Senyawa tersebut memiliki peran penting karena dapat mempengaruhi rasa, aroma, tekstur, dan manfaat pada tubuh manusia.
Masyarakat Banten juga lebih banyak memanfaatkan organ buah dan biji dalam pangan lokal, karena organ buah merupakan sumber utaman untuk beragam pemanfaatan olahan masakan sedangkan organ biji merupakan sumber dari penguat cita rasa pada olahan masakan.
Organ Buah
1.Capsicum annum var. grossum (Cabai Besar)
2. Capcisum annum var. longum (Cabai Keriting)
3. Capcisum frutescens (Cabai Rawit)
4. Lycopersicum esculentum (Tomat)
5. Citrus amblycarpa (Jeruk Limau)
6. Tamarindus indica (Asam Jawa)
7. Averrhoa bilimbi (Belimbing Wuluh)
8. Illicium verum (Pekak)
2. Capcisum annum var. longum (Cabai Keriting)
3. Capcisum frutescens (Cabai Rawit)
4. Lycopersicum esculentum (Tomat)
5. Citrus amblycarpa (Jeruk Limau)
6. Tamarindus indica (Asam Jawa)
7. Averrhoa bilimbi (Belimbing Wuluh)
8. Illicium verum (Pekak)
Organ Biji
1.Elettaria cardamomum (Kapulanga)
2. Piper ningrum (Lada)
3. Cuminum cyminum (Jinten)
4. Myrostoca fragrans (Pala)
5. Aleurites moluccana (Jeruk Limau)
Organ Batang
1. Cimbopongan nardus (Sereh)
2. Cinnamon verum (Kayu Manis)
Organ Umbi
1. Allium cepa var. aggregatum (Bawang Merah)
2. Allium cepa L. (Bawang Bombay)
3. Allium sativum (Bawang Putih)
Organ Rimpang
1. Zingiber officinale (Jahe)
2. Alpinia galanga (Lengkuas)
3. Kaempferia galanga (Kencur)
Organ Daun
1. Erzyngium faetidum (Daun Bawang)
2. Syzygium polyanthum (Daun Salam)
3. Ocimum sanctum (Daun Kemangi)
Organ Bunga
1. Syzygium aromaticum (Cengkeh)
Manfaat Bumbu dan Rempah Bagi Masyarakat Banten
Bumbu dan rempah memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan kita, salah satunya yaitu sebagai bahan masakan. Proporsi pemanfaatan bumbu di Provinsi Banten lebih besar dibanding rempah yaitu pada kategori bumbu sebanyak 72% (23 jenis) spesies, dan kategori rempah sebanyak 28% (9 jenis) spesies. mengapa demikian? Hal ini karena bumbu terdiri dari spesies- spesies yang dimanfaatkan sebagai komponen bumbu dasar utama seperti bawang merah dan bawang putih yang merupakan tumbuhan yang menjadi dasar dari segala bumbu dapur.
Tumbuhan bumbu dan rempah yang paling banyak dimanfaatkan dalam pangan lokal di Banten yaitu Allium cepa var. aggregatum (Bawang Merah) karena bawang merah selalu digunakan untuk mengolah makanan sehari-hari seperti tumis ayeman tongkol, bakso malimping, nasi belut, angeun lada, dan lain-lain. Bawang merah juga memiliki kandungan zat-zat gizi seperti energi, air, karbohidrat, gula, serat, protein, lemak, asam lemak, vitamin C, B1, B2, B3, B6, B9, A, E, K, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, seng, selenium, dan senyawa kimia katif (senyawa sulfur) yang memiliki efek farmakologi, sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Tumbuhan bumbu dan rempah yang paling sedikit dimanfaatkan pada pangan lokal Banten yaitu Baesenbergia pandurata (Temu Kunci). Temu kunci hanya dimanfatkan dalam 1 jenis olahan pangan lokal saja, yaitu pecak gabus. Temu kunci memiliki kandungan kimia diantaranya minyak atsiri, zat pati, saponin, flavonoid pinostrolerin, dan alpipinetin.
Pengolahan Bumbu dan Rempah di Banten
Masyarakat di Provinsi Banten menggunakan bumbu dan rempah untuk memasak dengan berbagai cara pengolahan diantaranya dihaluskan, diiris, dimemarkan, dimasukkan utuh, dikeringkan, diperas, dan dilarutkan. Masyarakat Provinsi Banten lebih banyak memilih mengolah makanannya dengan cara dihaluskan karena lebih efisien dan cepat. Dihaluskan merupakan suatu cara yang dimanfaatkan dengan tujuan untuk menghaluskan atau menghancurkan bagian tumbuhan bumbu dan rempah dengan menggunakan alat bantuan seperti cobek dan blender. Cara dihaluskan dengan menggunakan tekanan pada alat bertujuan untuk mengeluarkan aroma dari bagian atau organ yang digunakan pada tumbuhan yaitu buah, biji, rimpang, daun, umbi, batang, dan bunga. Cara pengolahan bumbu dan rempah yang paling sedikit yaitu dengan cara dilarutkan, karena memiliki waktu yang relatif lama dibanding cara yang lain.
Persebaran Bumbu dan Rempah di Provinsi Banten
Kabupaten Pandeglang merupakan daerah yang masyarakatnya paling banyak membudidayakan tumbuhan bumbu dan rempah diantaranya yaitu Capcisum annum var. grossum (Cabai Besar), Capcisum annum var longum (Cabai Keriting), Capcisum frutescens (Cabai rawit), Lycopersicum esculentum (Tomat), dan lain sebagainya.
Tumbuhan yang dibudidayakan di semua lokasi daerah Provinsi Banten yaitu cabai rawit, jahe, lengkuas, kunyit, dan daun salam.
Tumbuhan yang dibudidayakan pada satu lokasi saja yaitu cengkih dan daun walang. Tumbuhan ini ditemukan di Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang.
Setelah kamu mempelajari materi bumbu dan rempah di website ini, kerjakan kuis dibawah ini untuk bahan evaluasimu.