MANFAAT

 Keanekaragaman hayati memiliki nilai manfaat langsung dan nilai manfaat tidak langsung. Agar lebih memahaminya, simak materi berikut ini. 

Nilai manfaat langsung

Nilai langsung dibedakan menjadi nilai kegunaan konsumtif untuk barang yang diperlukan secara lokal dan nilai kegunaan produktif untuk barang yang dijual di pasar. 

Nilai Konsumtif

– Manfaat langsung yang dapat diperoleh dari keanekaragaman hayati yang dimanfaatkan secara lokal, yaitu pemanfaatan sebagai bahan pangan, bahan bangunan, dan obat-obatan. 

Contoh: Pemanfaatan cabai secara langsung dipekarangan rumah sebagai bahan pangan sehari-hari.

Nilai Produktif

– Nilai produk keanekaragaman hayati (sayur, buah, kayu, hewan, dan lainnya) yang diolah besar-besaran dan dijual ke pasar komersial, baik pada tingkat nasional maupun internasional. 

Contoh: petani kacang yang memanen dan menjual hasil panen ke pasar. 

Nilai manfaat tidak langsung

Nilai manfaat tidak langsung diterapkan pada aspek-aspek keanekaragaman hayati yang memberi manfat ekonomi pada saat ini maupun mendatang tanpa harus memanen atau merusak sumber dayanya. Contoh ekowisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Banten yang dapat dijadikan sarana rekreasi dan edukasi.