ANCAMAN DAN UPAYA

Ancaman Terhadap Keanekaragaman Hayati

Tingkat konsumsi masyarakat terhadap pangan lokal masih rendah. Pada saat yang bersamaan, ancaman terhadap keanekaragaman hayati termasuk sumber pangan lokal baik flora maupun fauna sudah semakin meningkat. Perubahan tata guna lahan menjadi salah satu pemicu hilangnya keanekaragaman hayati. Jika hal ini dibiarkan terus menerus dapat menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati sehingga mengakibatkan kepunahan. Berikut ini adalah faktor lain yang dapat menjadi ancaman punahnya keanekaragaman hayati di Provinsi Banten yaitu:

Pencemaran Lingkungan

Pencemaran air sungai  telah menjadi perhatian global. Kualitas air sungai sangat erat kaitannya dengan perkembangan penduduk dan kemajuan pembangunan. Kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya akan sangat terancam ketika kualitas air menurun. Aliran sungai Ciujung merupakan salah satu sungai yang ada di Banten. Banyak masyarakat yang masih mengandalkan sungai untuk kehidupan sehari-har, selain itu sungai Ciujung juga dimanfaatkan sebagai saluran pembuangan limbah cair industri, perkebunan, dan holtikultura. Oleh karena itu, meningkatnya risiko pencemaran air sungt dapat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Mabsuti, et al., (2024)

Hilangnya Habitat

Kokoleceran merupakan salah satu tanaman endemik Provinsi Banten. Namun jenis ini memiliki penyebaran yang sangat terbatasdan saat ini hanya diketahui terdapat di Taman Nasional Ujing Kulom (TNUK). Kokoleceran merupakan tumbuhan terancam punah yang termasuk dalam kategori kritis atau critically endangered. Faktor yang menyebabkan tumbuhan ini menjadi langka yaitu bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga kekeringan yang dapat merusak atau menghilangkan habitat alaminya. 

Pemanasan Global

Pencemaran udara oleh gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida dapat mengakibatkan peningkatan temperatur di permukaan bumi atau yang lebih dikenal dengan istilah global warming. Dampak pemanasan global adalah terjadinya perubahan iklim dan naiknya air laut, akan banyak makhluk hidup baik flora maupun fauna yang tidak mampu menyesuaikan diri sehingga terjadi kepunahan. salah satu upaya untuk mengurangi efek pemanasan global yaitu dengan memperbanyak menanam pohon. 

Upaya Terhadap Keanekaragaman Hayati

Pelestarian pangan lokal sangat penting dilakukan untuk menghindari kepunahan peran dan pemahaman masyarakat memiliki keterkaitan pada kelangsungan ketersediaan dan kelestarian keanekaragaman hayati, dimana banyak sumber pangan lokal itu berada. Pada dasarnya, upaya pelestarian keanekaragaman hayati meliputi metode koservasi, yakni koservasi in situ dan ex situ. 

Konservasi in situ

Konservasi in situ merupakan konservasi yang di lakukan dengan cara mengkonservasi flora dan fauna di dalam lingkungan asal atau asli. Pada metode konservasi in situ, flora dan fauna dijaga di dalam ekosistem secara alami tanpa campur tangan manusia. Contohnya Taman Hutan Raya berada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. 

Konservasi ex situ

Konservasi ex situ merupakan suatu upaya pelestarian keanekaragaman hayati dilakukan bukan pada habitat aslinya atau buatan, tetapi lingkungan dibuat mirip aslinya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan konservasi, perlindungan, serta pengembang biakan. Contohnya Kebun Binatang dan Taman Safari 

TUGAS INDIVIDU

Bawalah masing-masing 1 jenis pangan lokal Banten, kemudian identifikasi makanan tersebut.

TUGAS KELOMPOK

Buatlah poster dengan tema “Keanekaragaman Pangan Lokal Banten” 

– Tentukan Judul poster secara bebas

– Sebutkan 3 jenis olahan pangan lokal banten dan Identifikasi bumbu dan rempah apa saja yang digunakan pada pangan lokal Banten tersebut kemudian tuliskan juga upaya pelestariannya.

– Tuliskan ajakan untuk melestarikan pangan lokal Banten. 

– Poster dibuat sekreatif mungkin menggunakan aplikasi desain dengan ukuran kertas A3.